Rabu, 25 Januari 2012

CONTOH SAP

Pokok Bahasan           : Penyakit saluran pencernaan
Sub Pokok Bahasan    : Penyakit Dispepsia
Sasaran                        : Pasien dan Keluarga Pasien
Hari/Tanggal               : Selasa, 29 November 2011
Waktu                                     : 25 Menit
Tempat                        : Bangsal Bougenvil RSUD Wates
Pemberi Materi            : Yuna Mustafa

A.    Latar Belakang
Nyeri atau rasa tidak nyaman di perut atas – umumnya di bawah tulang rusuk di atas pusar – yang disertai kembung, sendawa berlebihan, rasa panas di dada, mual, muntah, dan napas berbau seringkali dianggap enteng. Biasanya penderita hanya minum obat bebas semisal antasida (penawar asam lambung) yang banyak diiklankan. Namun, berhati-hatilah. Meski jarang, kumpulan gejala yang dikenal sebagai dispepsia itu bisa jadi merupakan penyakit serius seperti kanker lambung, maupun radang lambung dalam yang bisa menyebabkan kebocoran saluran cerna. Dispepsia tidak memilih usia dan jenis kelamin. Semua bisa terkena. Boleh dibilang satu dari empat orang pernah mengalami dispepsia suatu saat dalam hidupnya.

B.     Tujuan Instruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan bapak dan keluarga mengetahui tentang penyakit Dispepsia.
C.     Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan bapak dan keluarga dapat:
1.      Menyebutkan pengertian tentang penyakit Dispepsia
2.      Menyebutkan penyebab penyakit Dispepsia
3.      Menyebutkan Proses terjadinya penyakit Dispepsia
4.      Menyebutkan tanda dan gejala penyakit Dispepsia
5.      Menyebutkan bahaya penyakit Dispepsia
6.      Menyebutkan cara perawatan dan pencegahan penyakit Dispepsia
7.      Menyebutkan cara minum obat penyakit Dispepsia
8.      Menyebutkan obat tradisional penyakit Dispepsia
D.    Materi (Terlampir)
E.     Metode
Ceramah
Tanya jawab
F.      Media
Leaflet
G.    Kegiatan Penyuluhan
Waktu Kegiatan Mahasiswa Kegiatan Audient
Pembukaan ( 5 Menit )
1. Mengucapkan salam
1. Menjawab salam
2. Apersepsi tentang materi yang akan dibahas
2. Merespon persepsi penyuluhan
3. Menjelaskan tujuan penyuluhan yang hendak dicapai
3. Memperhatikan penjelasan tentang tujuan penyuluhan yang ingin dicapai

Kegiatan Inti ( 15 Menit )
1. Menjelaskan pengertian tentang penyakit Dispepsia
1. Memperhatikan penjelasan yang diberikan
2. Menjelaskan penyebab penyakit Dispepsia
2. Memperhatikan penjelasan yang diberikan
3. Menjelaskan Proses terjadinya penyakit Dispepsia
3. Memperhatikan penjelasan yang diberikan
4. Menjelaskan tanda dan gejala penyakit Dispepsia
4. Memperhatikan penjelasan yang diberikan
5. Menjelaskan bahaya penyakit Dispepsia
5. Memperhatikan penjelasan yang diberikan
6. Menjelaskan cara pencegahan penyakit Dispepsia
6. Memperhatikan penjelasan yang diberikan
7. Menjelaskan cara perawatan penyakit Dispepsia
7. Memperhatikan penjelasan yang diberikan
8. Menjelaskan cara minum obat penyakit Dispepsia
8. Memperhatikan penjelasan yang diberikan
9. Menjelaskan obat tradisional penyakit Dispepsia
9. Memperhatikan penjelasan yang diberikan

Penutup ( 5 Menit )
1. Memberikan kesempatan pada orang tua yang ingin bertanya
1. Mengajukan pertanyaan dari materi yang disampaikan
2. Melakukan evaluasi dengan bertanya tentang materi yang telah disampaikan
2. Menjawab pertanyaan
3. Memberi salam penutup
3. Menjawab salam

H.    Evaluasi
1. Prosedur : Akhir kegiatan
2. Waktu : 5 menit
3. Bentuk soal : Essay
4. Jumlah soal : 3 soal
1. Sebutkan salah satu penyebab penyakit Dispepsia
2. Sebutkan salah satu cara pencegahan penyakit Dispepsia
3. Sebutkan salah satu cara perawatan penyakit Dispepsia
5. Jenis soal ; Menguraikan secara lisan
I.       Referensi
Brunner & Suddart, 2002, Keperawatan Medikal Bedah, Edisi 8 Vol. 2 Jakarta, EGC
Inayah Iin, 2004, Asuhan Keperawatan pada klien dengan gangguan sistem pencernaan, edisi pertama, Jakarta, Salemba Medika.
Manjoer, A, et al, 2000, Kapita selekta kedokteran, edisi 3, Jakarta, Medika aeusculapeus
Suryono Slamet, et al, 2001, buku ajar ilmu penyakit dalam, jilid 2, edisi , Jakarta, FKUI

MATERI
A.     Pengertian
Dispepsia adalah nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada, yang sering dirasakan sebagai adanya gas, perasaan penuh atau rasa sakit atau rasa terbakar di perut.
B.     Penyebab
1.      Menelan udara (aerofagi)
2.      Regurgitasi (alir balik, refluks) asam dari lambung
3.      Iritasi lambung (gastritis)
4.      Ulkus gastrikum atau ulkus duodenalis
5.      Kanker lambung
6.      Peradangan kandung empedu (kolesistitis)
7.      Intoleransi laktosa (ketidakmampuan mencerna susu dan produknya)
8.      Kelainan gerakan usus
9.      Kecemasan atau depresi
C.     Proses Terjadi
Asam lambung adalah zat yang dihasilkan untuk mencerna, jika perut kosong atau jika produksi asam lambung berlebih karena terangsang sehingga jumlahnya tidak sesuai dengan jumlah zat yang dicerna akan menyebabkan luka pada permukaan lambung.
D.    Tanda dan Gejala
Nyeri dan rasa tidak nyaman pada perut atas atau dada mungkin disertai dengan sendawa dan suara usus yang keras (borborigmi).
Pada beberapa penderita, makan dapat memperburuk nyeri; pada penderita yang lain, makan bisa mengurangi nyerinya.
Gejala lain meliputi nafsu makan yang menurun, mual, sembelit, diare dan flatulensi (perut kembung).

E.     Bahaya Penyakit  Dispepsia
Perlukaan yang terjadi dapat berlanjut sampai ke bagian dalam lambung sehingga menyebabkan lambung menjadi bolong dan akhirnya terjadi perdarahan dan kanker lambung.
F.      Cara Perawatan dan pencegahan
1.      Makan dengan porsi kecil tapi sering contoh: biscuit, roti
2.      Menghindari alkohol dan kopi
3.      Menghindari makanan yang merangsang lambung contoh : cabe, cuka, sambal, ketan danlain-lain.
4.      Hindari Rokok
5.      Makan teratur sesuai dan tepat waktu
6.      Istirahat cukup
7.      Menghindari stress
8.      Minum obat bila maag kambuh, bila harus minum obat karena sesuatu penyakit, misalnya sakit kepala, gunakan obat secara wajar dan tidak mengganggu fungsi lambung.
G.    Pembuatan Obat Tradisonal untuk mengatasi penyakit Dispepsia
1.      Siapkan kunir ( KUNYIT) lalu parut dan peras airnya
2.      Campur air kunir dengan madu
3.      Minum setiap hari selama gejala dispepsia masih ada

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Linkss